Waktu, berikan jubahmu!
yang terajut dari pintalan hari-hari berlalu
kediamanku adalah sunyi
temanku adalah nafas, denyut, dan mimpi
bila kupeluk udara, aku takut badai melanda
bila kutangkap cahaya, aku takut cerlang sinarnya
bila kudekap kata-kata, aku takut nama
maka aku berada diantara bulu alis dan kelopak mata
tak terlihat, namun terasa begitu dekat
seperti cemas dan harap
aku adalah bimbang
datang dan pergi
pergi dan datang kembali
WAA. Ibrahimy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar