Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan (Luqman : 20)
Tumbuh-tumbuhan, hewan, dan aneka tambang (apa-apa yang ada di perut bumi), semuanya untuk manusia, tapi manusia masih membantah tentang keberadaan Alloh.
Nikmat Alloh yang lain adalah rizqi (lahir maupun batin):
1. Khissiy (bil iktisaab/dzoohiroh), maupun
2. Maknawiy (bil ihtisaab.biththonah)
Nikmat itu tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus didapatkan dengan usaha, harus menjemputnya, tanpa itu tidak akan mendapatkan.
Perbuatan maksiat bisa menghilangkan nikmat Alloh.
Semua makhluk Alloh tidak akan ada yang kelaparan di dunia ini, baik itu semut, kutu dll, karena semua rizkinya sudah diatur Alloh. Kalaupun dia lemah seperti bayi, Alloh tetap memberi rizqiNya.
Kebanyakan manusia banyak mencari rizqi bil iktisab (dengan dhohir), padahal ada rizqi yang tidak harus didapatkan dengan cara dhohir, tapi bisa diperoleh dengan cara bathin.
Seperti nikmat bathin yang berupa sakinah (rasa ketentraman), karena ini salah 1 rahmat Alloh.
Kita tidak dapat menghitung rahmat Alloh. Sekiranya ada 100 Rahmat Alloh, hanya 1 yang diturunkan ke dunia, sedangkan yang 99 masih ditangguhkan di akhirat…. Subhanalloh, tidak bisa kita bayangkan betapa besar nikmat Alloh di akhirat kelak, apakah mungkin termasuk dikabulkannya semua doa-doa kita???.
Tentang rizqi dhohir, tidak terlepas dari firman Alloh:
“Apakah mereka yang membagi rahmat Tuhanmu?”
Kami (Alloh) yang membagi antara jiwamu” ----> bahkan seluruhnya Alloh yang membagi
“Dan kami angkat yang satu lebih tinggi dari pada yg lain"----> ada yg dilapangkan, ada yg disempitkan
Contoh : direktur (dlapangkan rizqinya)– karyawan (dsempitkan rizqinya)
Majikan – pembantu
Mandor – kuli
Disempitkan bukan berarti kurang, karena Alloh tidak pernah mengurangi apa2 yg telah dberikan. Adapun perasaan kurang itu dari manusia sdri karena tidak bisa bersyukur (tidak bisa memanfaatkan yang ada).
Padahal menurut Alloh rizqi segitu untuk si fulan sudah baik. Kebanyakan itu bukan dengan banyak harta, tapi karena banyak berkahnya…
QS 90 : 4
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
Rizqi yang diperoleh secara dhohir
Untuk ukuran manusia, semuanya (pekerjaan) sh dibagi oleh Alloh. Betapa sabarnya pak sopir, tukang batu dll. Itu yg dimaksud rizqi yg diperoleh scr dhohir. Sementara rizqi bisa dperoleh secara bathin. Dan pintunya/jalannya byk sekali
RIZQI YANG DIPEROLEH SECARA DHOHIR
Semua (pekerjaan) yang dilakukan oleh manusia sudah dibagi oleh Alloh. Seperti yang kita lihat sabarnya sopir, tukang batu dsb.
Itulah rizqi yang diperoleh secara dhohir dan kebanyakan oleh penduduk Indonesia (90% lbh)
Sementara rizqi yang lain bisa diperoleh secara bathin. Artinya janganlah kita hanya mencari rizqi secara dhohir, tanpa memperhatikan bathin. Dimana pintu secara bathin ini banyak sekali.
Beberapa pintu Rizqi yang diperoleh secara bathin
1. SYUKUR
لَئِن شَكَرتُم لَأَزيدَنَّكُم وَلَئِن كَفَرتُم إِنَّ عَذابى لَشَديدٌ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih
Jadi syaratnya harus bersyukur
contoh :
Bisa jadi yang diperoleh itu-itu saja, tetapi tetap syukur
Nggak akan pernah bilang : "wahh kq cuma segini .........."
> Kalau dapat sedikit, selalu mengucapkan "Alhamdulillah, dari pada tidak dapat..."
> Kalau belum dapat, mengucapkan : "Alhamdulillah, yang penting sehat..."
> Kita tidak perlu mengerti bagaimana caranya Alloh menambah rizqi bagi hambaNya yang bersyukur. > Kita juga tidak perlu menanyakan apa pekerjaannya... berapa hasilnya dari saudara kita yang
mendapatkan rizqi.
Bagi orang kaya, ukuran kesyukuran (yang menunjukkan bahwa dia bukan termasuk orang yang cinta dunia) adalah berinfaq/bershodaqoh 1/2 dari yang diperolehnya
Untuk sahabat ukuran kesyukurannya adalah:
jika mereka kaya, maka infaqnya dari apa-apa yang mereka cintai
jika mereka biasa, infaqnya separoh dari hartanya
jika mereka fakir, tidak punya sama sekali, masih tetap bisa memikirkan orang lain
Sampai Rosululloh mengatakan: "1 dirham mengalahkan 100 dirham". Ketika ditanya "Mengapa demikian yaa Rosululloh?", Rosululloh menjawab : "Karena 1 dirham keluar dari 2 dirham, sedangkan 100 dirham keluar dari 1000 dirham"
Subhanalloh... semoga kita bisa meniru infaqnya sahabat... amiin
2. Sholat Dhuha
Urusan bathin adalah urusan hati. Oleh karena itu berilah pekerjaan pd hati, yang sesuai dengan hatinya, agar terasa dekat kepada Alloh. Artnya untuk memperoleh rizqi secara bathin harus mendekatkan diri pd Alloh
Sholat dhuha termasuk penyebab dibukanya pintu rizqi, sebab di sini menandakan bersyukurnya kita dengan aturan Alloh.
Para sahabat adalah singa di siang hari (pekerja keras, tidak ada yang malas), tetapi bagai rahib2 di malam hari. Maka ketika mendapatkan rizqi tidak disangka sangka darimana datangnya
( مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْ تَسِب )
contohnya sahabat :
- Jabir Bin Abdulloh punya rumah 22
- Fulan punya 40.000 dinar (1 dinar = 1.400.000)
sesuai dengan janji Alloh
وَأَسبَغَ عَلَيكُم نِعَمَهُ ظٰهِرَةً وَباطِنَةً
dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin
sementara kaum muslimin sekarang kebanyakan meniru cara orang kafir dalam mencari rizqi (dimana orang kafir itu hanya في الدنياحسنة tanpa memperhatikan akhirat) dan malas dalam bekerja. Maka hasil yang didapat oleh kaum muslimin kebanyakan sekarang ini kalah dengan orang kafir. Sesuai dengan janji Alloh : "Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya"
3. ISTIGHFAR
kalau perlu 100x setiap hari
مَنْ لَزِمً الإِ سْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ مِنْ كُلِّ ضَيْفٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَاجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِب (رواه ابوداود)
Barang siapa menekuni istighfar maka Alloh menjadikan baginya dari setiap kesempitan jalan keluar dan dari setiap kesusahan kesuksesan dan (Alloh) memberi rizki padanya dari jalan yg tak terduga (abu daud 1515)
Rosululloh yang tidak punya dosa, tetapi yang namanya hati kadang juga sumpek, maka Rosululloh minta ampun 100x setiap hari.
Dan ketika Sahabat Rosululloh yang ketika ludes dagangannya (bangkrut) oleh Rosululloh disuruh baca (setelah sholat fajar, sebelum sholat subuh)
سُبْحَانَ الله وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله العَظِيْم اَسْتَغْفِرُ الله ×100
4. DOA
contoh : doa setelah adzan
Ada sebuah riwayat :
إذا نادى المنادي فتحت له أبواب السماء والستجيب الدعاء فمن نزل به كرب أوشدة فااليجب المنادي
"Jika adzan dikumandangkan dibuka untknya pintu-pintu langit dan di terima doa-doa maka barang siapa dtimpa kesusahan atau kesulitan maka jawablah tukang adzan (adzan)"
takbir ----> ikuti takbir
syahadat ----> ikuti syahadat
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة ---> حَيَّ عَلَى الصَّلاَة
حَيَّ عَلَى الْفَلاَح -----> حَيَّ عَلَى الْفَلاَح
takbir -----> takbir
لاَ اِلَهَ الاَّ الله -----> لاَ اِلَهَ الاَّ الله
selanjutnya membaca doa : .......setelah adzan, kemudian minta kebutuhannya
5. BANYAK BACA SHOLAWAT
Insya Alloh segala kesusahan akan terselesaikan
6. SILATURRAHMI
7. BIRULWALIDAIN
8. NIKAH
Kalaupun fuqoro' maka akan diberi kecukupan, karena dengan nikah ada kesempatan untuk shodaqoh setiap hari kepada istrinya ----> maka akan diganti oleh Alloh, karena
إرحموامن في الأرض يرحمكم من في السماء
"kasih sayangilah penduduk di muka bumi maka Alloh akan mengasihinya"
Adapun untuk mendapat PINTU SAKINAH (Ketentraman) dengan jalan :
1. ISTIQOMAH
Dalam bekerjapun, jangan sampai masuk dalam pintu "kesusu"/tergesa-gesa. Hendaknya seperti air mengalir
kapan kricikan, kapan grojogan
Kata malaikat :
لاَ نَخَاف وَلاَ تَحْزَن
janganlah takut dan jangan kuatir
2. DZIKIR
واذكرواالله كثيرا لعكم تفلحون
Dan sebutlah Alloh banyak2 agar kamu beruntung
Amalkan dzikir di pagi hari, dzikir d malam hari, menyebut Alloh yang banyak dimulai dari lisan
Ulama' : "Siapa yang menetapi wirid, berarti berdzikir dengan banyak."
3. BACA AL QUR'AN
Alloh tidak akan menyiksa hati yang membaca Al Qur'an menurunkan nur Alloh di rumah dengan baca Al Qur'an setiap hari. Ukurannya : Al Qur'an sebagai kalamulloh
قد جاء كم نور وكتاب مبين
Al Qur'an ibaratnya juga sebagai 'ambeng' atau suguhan
Hadits Qudsi :
"Barangsiapa yang disibukkan sengan membaca Al Qur'an sampai tidak sempat meminta, maka akan Aku beri dia lbh utamanya orang yang meminta
Jadi kalaupun maqom kita harus mencari rizqi secara dhohir, jangan sampai lupa untuk mendapatnya pula melalui pintu-pintu secara bathin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar